Saturday, August 12, 2017

Pantun (Sisindiran) Sunda

Pantun Sunda atau disebut juga Sisindiran Sunda menjadi ‘alat’ untuk Orang Sunda bercengkrama. Saling berbalas pantun (sisindiran) menjadi hal menarik ditengah pergaulan orang Sunda. Ditengah semua itu, banyak yang menganggap Sisindiran Sunda hanya berisi hal-hal lucu atau lelucon semata dan juga berisi hal-hal berbau seks (jorang), dan anggapan itu adalah keliru, karena sebenarnya banyak juga pantun atau sisindiran Sunda yang berisi ajaran atau kalimat yang mengandung pesan moral dan ajaran yang dalam. Kesimpulannya, jorang tidaknya dan dalam tidaknya tergantung pada cara orang membaca dan mengartikannya.

Kini, seiring dengan lunturnya Bahasa Sunda ditengah orang Sundanya sendiri, pantun atau sisindiran Sunda seakan menjadi ‘artefak’ masa lalu. Tidak banyak ditemui pantun atau sisindiran baru. Tidak banyak munculnya pengarang sisindiran maupun Puisi Sunda, seperti juga tidak banyak karya tulis berbahasa Sunda yang lahir di jaman sekarang. Padahal, kini banyak pengarang sukses (dengan bahasa Indonesia)  yang berasal dari Tanah Sunda. Apakah Seniman Sunda sudah tidak produktif lagi? Atau kurang terangkat? Inilah pertanyaan yang harus dijawab dengan karya.
Disisi lain, banyak yang menganggap bahwa membuat pantun atau sisindiran dalam Bahasa Sunda lebih sulit dibanding  membuat pantun dalam Bahasa Indonesia, tapi anggapan itu tidak sepenuhnya benar, karena Bahasa Sunda sebenarnya lebih kaya kosakata dibanding bahasa Indonesia, mengingat ada Bahasa Sunda kasar, lemes dsb. Contoh : makan dalam bahasa Sunda bisa diartikan beberapa kata diantaranya : tuang, emam, neda, dahar, nyatu dsb.
Berikut adalah beberapa Pantun Sunda atau Sisindiran Sunda yang masih saya ingat dan beberapa saya ambil dari beragai sumber :
Pantun Sunda / Sisindiran yang Mengandung Pesan Moral
Colenak dikalapaan
Aya anak euweuh bapaan
Salawe dua puluh lima
Mobil Sedan Cetna Hejo
Awewe jaman ayeuna
Bisa dandan teu bisa ngejo
Saninten buah saninten
Dibawa ka parapatan
Hapunten abdi hapunten
Bilih aya kalepatan
Pileuleuyan cangkang beas
Huut sajeroning kejo
Pileuleuyan urang ikhlas
Imut sajeroning nenjo
Pantun Sunda / Sisindiran yang Lucu dan Berisi Lelucon
Manuk gagak macok kupat
Kecok deui kecok deui
Diwedak reujeung disipat
Dekok deui dekok deui
Cikaracak ninggang batu
Laun laun jadi legok
Tai cak cak kanu huntu
Laun laun nya di lebok
Jaka Sembung make bedak
Teu nyambung dak

Sekian ulasan singkat mengenai pantun (sisindiran) Bahasa Sunda di blog Goyang Karawang ini. Jika teman-teman punya Sisindiran Sunda lainnya atau puisi dalam Bahasa Sunda, silahkan tambahkan melalui kolom komentar dibawah!
Deni Andriana

Artikel Terkait

Pantun (Sisindiran) Sunda
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Google+ Badge