Monday, August 14, 2017

Kamus Bahasa Korea Gaul

Kamus Bahasa Korea Gaul – Bagi anda yang sedang belajar bahasa Korea atau sedang ikut-ikutan deman musik, fashions atau budaya Korea, maka menguasai bahasa Korea terutama bahasa sehari-hari atau bahasa gaul Korea merupakan hal yang ‘wajib.’ Jangan sampai, ikut-ikutan demam musik Korea misalnya, anda hanya angguk-anggukan tapi tidak paham saat mendengarkan lirik lagu Korea. Hehe…


Setidaknya, anda dapat memahami dan menghapalkan beberapa kosa kata Korea yang biasa digunakan. Sehingga nantinya minimal anda dapat menjadi penerjemah Korea atau bahasa Korea bagi teman-teman anda dalam komunitas ataupun sesama penggemar musik, film atau budaya Korea.
Berikut adalah sejumlah kata atau istilah dalam bahasa Korea beserta terjemahannnya dalam bahasa Indonesia yang saya kutif diberbagai forum online di internet!
BAHASA KOREA SEHARI-HARI
Aku Cinta Kamu = Saranghae / Saranghamnida
Aku Suka Kamu = Choaheyo
Selamat Ulang Tahun untuk Anda = Saengil Chukha Hamnida
Senang Bertemu Dengan Mu = Mannaseo bangapseummnida
Saya Orang Indonesia = Indonesia saramimnida
Saya Belajar Bahasa Korea = Naneun hangugeoreul baeunda
Maafkan Aku = Mian ne
Kalian Dari Mana ? = Neohuideureun eodieseo wanni ?
Boleh, Silahkan = Ne, doemnida
Bagus Sekali = Maeu joseumnida
Oke = Jeoseumnida
Tidak = Anio
Iya = Ye / Ne
Tidak Pernah = Gyeolko animnida
Aku Mengerti = Algesseoyo
Aku Nggak Tau = Mollayo
Ya, Ada = Ne, isseoyo
Siapa Nama Mu ? = Ireumi mwoyeyo?
Nama Ku Jeong Ji-Hoon = Jeo neun Jeong Ji-Hoon ieyo
Apakah Ini ? = Ige mwoyeyo?
Sangat Cantik = Cham yebbeoyo
Nggak Apa-Apa = Goenchanayo
Baik-Baik Saja, Terima Kasih= Jal jinaepida, gamsahamnida
Maaf, Tidak Tahu = Minhamnida, jal moreugesseumnida
Aku Suka Nasi Goreng = Jeoneun nasi gorengeul joahamnida
Halo = (Ucapan pembuka di telefon) Yeoboseyo…
Penyanyi : Gasu
Keluarga : Gajok
Masuk Angin : Gamgi
Polisi : Gyeongchal
Kucing : Goyangi
Teman : Gongwon
Telefon Umum : Gongjungjeonhwa
Bandara : Gonghang
Kue : Gwaja
Sepatu : Gudu
Seratus : Baek
Rumah Sakit : Byeongwon
Pulpen : Bolpen
Roti : Ppal
Toko Buku : Seojeom
Restoran : Sikdang
Indah : Areumdappda
Bayi : Agi
Pagi : Achim
Koran, Surat Kabar : Sinmun
Majalah : Japji
Anak – Anak : Eorini
Rumah : Jip
Kopi : Keopi
Taksi : Taeksi
Televisi : Tellebijeon
Pesta : Pati
Hotel : Hotel
Kantor : Hoesa
Sekolah : Hakgyo
SD : Chodeunghakgyo
SMP : Junghakgyo
SMA : Godeunghakgyo
Murid SMA : Godeunghaksaeng
Universitas : Daekhagyo
Laki – Laki : Namja
Perempuan : Yeoja
Adik Laki – Laki : Namdongsaeng
Adik Perempuan : Yeodongsaeng
NAMA HARI BAHASA KOREA
Senin : Wolyoil
Selasa : Hwayoil
Rabu : Suyoil
Kamis : Mokyoil
Jum’at : Geumyoil
Sabtu : Toyoil
Minggu : Ilyoil
NAMA BULAN BAHASA KOREA
Januari : Ilwol
Februari : Iwol
Maret : Samwol
April : Sawol
Mei : Owol
Juni : Yuwol
Juli : Chilwol
Agustus : Palwol
September : Guwol
Oktober : Siwol
November : Sipilwol
Desember : Sipiwol
BILANGAN BAHASA KOREA
1 : Il
2 : I
3 : Sam
4 : Sa
5 : O
6 : Yuk
7 : Chil
8 : Pal
9 : Gu
10 : Sip
11 : Sip-Il
12 : Sip-I
13 : Sip-Sam
14 : Sip-Sa
15 : Sip-O
16 : Sip-Yuk
17 : Sip-Chil
18 : Sip-Pal
19 : Sip-Gu
20 : I-Sip
21 : I-Sip-Il
50 : O-Sip
55 : O-Sip-O
100 : Il-Baek
1.000 : Il-Cheon
10.000 : Il-Man
100.000 : Il-Sip-Man
1.000.000 : Il-Baek-Man
10.000.000 : Il-Cheon-Man
100.000.000 : Il-Eok
**
Itulah kamus bahasa Korea Gaul. Untuk kosa kata lainnya yang tidak ada diatas, anda dapat menerjemahkannya misalnya melalui kamus Google atau Google Terjemahan (Google Translate). Semoga bermanfaat bagi anda khususnya yang sedang belajar bahasa dan budaya Korea.

Kerajinan Merajut Benang

Kerajinan merajut benang merupakan salah satu jenis kerajinan yang selain bisa berbasis hobi juga merupakan potensi bisnis yang kini semakin menggiurkan. Hasil dari kerajinan benang ini tidak terbatas pada produk pakaian tapi juga perhiasan, aksesoris, pajangan, dan masih banyak lagi. Jika dulu merajut, merenda ataupun menjahit identik dengan pekerjaan perempuan, terutama wanita lanjut usia alias nenek-nenek, namun seiring waktu trendnya berubah. Merajut menjadi milik semua usia, semua jenis kelamin. Terlebih ketika merajut dikaitkan dengan hobi dan usaha.



Dulu ketika saya masih tinggal di Bandung, ada sekompok anak muda yang membuat klub merajut. Setiap sore mereka berkumpul dan merajut berbagai jenis benang rajut. Dari hobinya itu, lahirlah berbagai jenis produk, dari mulai tas hingga baju. Alhasil seiring waktu kelompok ini pun menjual hasil rajutannya. Saat ini, saya kurang tahu pasti apakah kelompok yang dulu sering kumpul di Tobucil (Toko Buku Kecil) Bandung itu masih ada atau tidak.

Terkait kerajinan merajut benang berbasis hobi, saat ini berdasarkan penelusuran yang saya lakukan di dunia online dan offline, khususnya di Karawang, merajut atau mengolah berbagai jenis benang rajut sudah banyak ditinggalkan masyarakat kampung yang lebih memilih untuk membeli barang terutama pakaian jadi. Trend merajut kini malah beralih ke kota, banyak orang di kota-kota besar semakin menggemari kegiatan merajut benang. Mereka merajut tidak untuk dijual, tapi untuk dipakai sendiri atau hasil rajutannya diberikan sebagai hadiah untuk anak, suami atau pacar yang mungkin merasa lebih spesial ketika diberi sesuatu hasil olah tanga

Tatarucingan Basa Sunda

Tatarucingan Basa Sunda atau tebak-tebakan dalam bahasa Sunda merupakan salah satu dari sekian banyak kekayaan budaya Sunda. Tatarucingan sering digunakan sebagai sarana hiburan dan bahan candaan antar orang Sunda. Ada banyak jenis Tatarucingan, ada yang jawabannya nyambung dan menguji kecerdasan, ada juga yang hanya berupa plesetan.


Nah, berikut adalah sejumlah Tatarucingan Bahasa Sunda atau teka-teki alias tebak-tebakan dalam Bahasa Sunda beserta jawabannya, yang masih saya ingat dan sering jadi bahan candaan bersama teman, beberapa juga saya temukan dari berbagai sumber, silahkan teman-teman tambahkan melalui kolom komentar dibawah!
  • Tukang, tukang naon nu bisa ngeureunkeun nu pasea? – Tukang Pajangan (Pa jangan – pa jangan)
  • Dicabak emoy ditakol ngabelendrang naon? -> Tai kotok diluhur dreum
  • Budak leutik ngambay peujit -> jarum jeung benang
  • Dicekek beuheungna dieleketek beuteungna -> Gitar
  • Di dedet-dedet… di goyang-goyang… lamun diangkat bijil cai anu bodas? -> Ngisikan beas
  • Kunaon tukang bubur nakolan mangkok? -> Ku sendok
  • Ari nu palsu najan mahal ge diteangan, ari nu asli najan dibere loba nu embung? – Huntu
  • Panjang, hideung, ageung, ayana di tengah-tengah pingping -> Jok motor
  • Pami jenengan alitna Bapak Sudirman teh saha? -> Sudirboy
  • Tahu naon nu pangbauna? -> Tah huntu maneh
  • Naon bedana motor jeung monyet? -> Motor mah kawasaki, monyet mah kawas nu maca hehe…
Mangga… Yang punya tatarucingan yang lain, ditambahkan lewat kolom komentar dibawah! Lihat juga artikel sebelumnya -> Cerita Humor Bahasa Sunda dan Sisindiran Sunda.

Baju Distro semakin meredup

Trend baju distro kini semakin marak di kota-kota kecil. Berbeda dengan dikota besar atau pusat trendnya yang kini malah sudah mulai meredup. Sebut saja antara Bandung dan Karawang. Bandung yang merupakan kota pusat baju distro di Indonesia, pada perkembangannya masyarakat lokalnya kini sudah tidak semaniak dulu terhadap baju atau produk pakaian distro, berbeda dengan di periode 2000-2010 yang mana anak-anak mudanya kebanyakan menjadi distro holic atau distro maniak. Trend itu bergeser, yang menjadi maniak atau konsumen baju distro kini kebanyakan adalah anak muda dari kota lain. Di Karawang sendiri, trend baju distro mulai semakin marak memasuki tahun 2010 hingga 2017 sekarang.



Bandung, yang kini menjadi kota belanja setiap akhir pekannya menjadi kota super sibuk dan macet. Sabtu dan Minggu, toko dan pusat perbelanjaan selalu penuh oleh para pendatang, baik dari Jakarta maupun kota lainnya. Dan baju distro menjadi komoditas yang banyak dicari. Baik untuk digunakan sendiri, maupun untuk dijual kembali dikotanya masing-masing,

Faktanya, di Indonesia, distro sangat identik dengan Bandung. Baju distro Bandung menjadi ‘merek’ dagang yang mumpuni untuk menarik konsumen. Karena memang, distro di Indonesia lahir dan berkembang pesat pertama kali di Kota Bandung. Tercatat ada lebih dari 400 industri clothing dan kaos distro di Bandung dengan omzet ratusan hingga milyaran rupiah.

Semoga suatu saat baju yang islami koko atau jubah akan booming bukan hanya di Bulan Ramadhan