7 Keluhan Pelayan Hotel yang Harus Kita Ketahui

thumbnail


Saat menginap atau liburan di hotel, ada beberapa etika sebagai tamu yang harus Anda ikuti. Salah satunya dengan berlaku sopan kepada pelayan hotel. Mungkin sebagian orang menganggap pekerjaan mereka tidak terlalu penting. Tapi, pelayan hotel memikul tugas yang cukup berat. Memberi sedikit apresiasi dengan berlaku sopan, bisa menjadi penghargaan terbesar untuk mereka. Pelayan hotel tidak diperbolehkan mengeluh kepada tamu hotel, dan diwajibkan selalu berlaku sopan. Berikut 7 Keluhan Pelayan Hotel yang Harus Kita Ketahui, yaitu :

1. Kami Tidak Mau Membangunkan Anda Dengan Mengetuk Pintu Kamar di Pagi Hari, Tapi Kami Harus Melakukannya
Rata-rata, seorang pelayan hotel harus membersihkan 13 sampai 15 kamar per harinya, bahkan bisa lebih. Mereka harus selesai membersihkan semuanya dalam waktu empat jam. Jadi meskipun Anda telah berpesan kepada resepsionis hotel agar tidak ada yang mengganggu saat tidur, pelayan harus tetap mengetuk pintu untuk masuk dan membersihkan kamar.

2. Pekerjaan Kami Paling Berbahaya di Hotel Ini
Menurut Unite Here, serikat pekerja di Amerika dan Kanda, pelayan hotel berisiko mengalami kecelakaan 50 persen lebih tinggi dibandingkan staf hotel lainnya. Sebuah survey yang dilakukan kepada lebih dari 600 pelayan hotel di Amerika dan Kanada mengungkap bahwa 91 persen-nya menderita sakit karena bekerja. "Yang paling buruk adalah mengangkat tempat tidur. Membuat punggung Saya sangat sakit. Rekan kerja saya yang lain setiap hari mengeluh sakit pada kaki, lutut dan tangan," ujar Lisa, salah satu pelayan hotel di Long Beach, California, yang membersihkan 22 sampai 30 kamar sehari. Pekerjaan mereka sudah cukup berat setiap hari, dan mereka pasti lebih mengharapkan senyum ramah dari pengunjung hotel dibandingkan wajah angkuh dan tak bersahabat.

3. Kami Sangat Senang Jika Anda Memberikan Tip
Memberikan tip merupakan sebuah apresiasi pengunjung pada pelayan hotel. Jika Anda ingin memberi tip, jangan diletakkan terbuka di atas meja tanpa catatan apapun. Pelayan hotel tak akan berani mengambilnya karena mereka tidak yakin apakah itu uang tip untuknya atau uang pengujung yang tertinggal. "Selipkan uang tip di bawah bantal, itu biasanya tanda bahwa uang itu diberikan untuk pelayan," tambah Lisa. Namun kebiasaan setiap hotel di tiap negara bisa saja berbeda, jadi akan lebih baik jika Anda menyertakan tip bersama catatan.

4. Kami Mendengar Dan Melihat Semuanya
Pelayan hotel memang diwajibkan ramah kepada setiap tamu hotel yang datang menginap, tapi mereka bisa mengamati saat mood tamu tidak baik atau tindakan kasar dari tamu. Seburuk dan sekasar apapun perlakuan tamu, pelayan hotel harus bersabar sebisa mungkin. "Saat kami mengetuk pintu dan tamu tersebut tidak mau kami masuk, kadang mereka mengumpat dan memaki. Saya coba tidak mengambilnya secara personal, tapi itu (mengumpat) bukan sesuatu yang bisa kami tahan terus sepanjang hari," ungkap salah satu pelayan hotel yang tak mau disebut namanya. Saat menginap di hotel, cobalah untuk berlaku sopan kepada pelayan hotel. Bagaimanapun juga, mereka adalah manusia yang memiliki hati. Mereka tidak perlu perlakuan buruk dari Anda setelah lelah bekerja seharian.

5. Kami Tidak Ingin Mempersulit Anda Mencari Barang-barang Anda
Jika Anda tipe orang yang suka membiarkan barang kepunyaan Anda menumpuk di lantai, jangan kaget jika setelah kembali ke kamar Anda akan menemui barang-barang Anda tertata rapi di lemari atau laci. Sudah menjadi prosedur tetap bagi pelayan hotel untuk merapikan baju-baju yang tercecer di lantai. Namun ada baiknya jika Anda meringankan pekerjaannya dengan menaruh barang pribadi Anda pada tempatnya. Ingat, hotel adalah tempat umum, bukan rumah pribadi.

6. Sudah Tugas Kami Untuk Membersihkan Kamar Anda, Tapi Kadang Kekacauan Yang Anda Buat di Luar Tugas Kami
Ada tamu hotel yang suka kerapihan, tapi ada juga yang tidak peduli dengan kebersihan. Terkadang ada tamu yang membiarkan botol minuman atau bungkus makanan berserakan. Belum lagi minuman soda yang meninggalkan noda karena tumpah, juga sisa makanan berserakan di lantai. Membersihkan kamar memang tugas mereka, tapi merapikan sisa pesta yang berserakan, itu di luar tugas mereka. Jika Anda mengadakan pesta atau berkumpul di kamar hotel, sebaiknya bereskan sendiri sisa atau sampah makanan/minuman agar pekerjaan pelayan hotel tidak bertambah berat.

7. Jika Anda Akan Keluar Hotel Hari Itu, Pelayan Hotel Harus Membersihkannya Lebih Awal Untuk Ditempati Tamu Baru
Mereka juga harus tahu apakah Anda akan pergi sesuai jadwal atau menambah hari menginap," jelas Lara Weiss, managing director salah satu hotel mewah. Mungkin Anda akan merasa terganggu dengan pelayan yang mengetuk dan masuk, tapi coba bersabar dan mengerti bahwa mereka hanya melakukan tugasnya.

Gunung Everest (8.850 m) (Asia) Puncak tertinggi di dunia

thumbnail
Tempat yang selalu menjadi obsesi utama seorang pendaki gunung tentu saja adalah Mount everest, dan setelah menulis tentang Puncak Jaya dan Kilimanjaro, sekarang saatnya kita menulis tentang Mount Everest
Gunung Everest (bahasa Inggris: Mount Everest) adalah gunung tertinggi di dunia (jika diukur dari paras laut). Rabung puncaknya menandakan perbatasan antara Nepal dan Tibet; puncaknya berada di Tibet. Di Nepal, gunung ini disebut Sagarmatha (सगरमाथा, bahasa Sansekerta untuk "Dahi Langit") dan dalam bahasa Tibet Chomolangma atau Qomolangma ("Bunda Semesta"), dilafalkan dalam bahasa Tionghoa 珠穆朗瑪峰 (pinyin: Zhūmùlǎngmǎ Fēng).Gunung ini mendapatkan nama bahasa Inggrisnya dari nama Sir George Everest. 
 
 
 
Nama ini diberikan oleh Sir Andrew Waugh, surveyor-general India berkebangsaan Inggris, penerus Everest. Puncak Everest merupakan salah satu dari Tujuh Puncak Utama di dunia.Radhanath Sikdar, juru ukur dan pakar matematika dari Bengal, merupakan orang pertama yang menyatakan Puncak Everest sebagai puncak tertinggi melalui perhitungan trigonometrik pada 1852. Perhitungan ini dilakukan menggunakan teodolit dari jarak 150 mil jauhnya di India. Sebagian rakyat India percaya bahwa puncak tersebut semestinya dinamakan menurut Sikdar, bukan Everest.

Gunung ini mempunyai ketinggian sekitar 8.850 m; walaupun terdapat variasi dari segi ukuran (baik pemerintah Nepal maupun Cina belum mengesahkan ukuran ini secara resmi, ketinggian Puncak Everest masih dianggap 8.848 m oleh mereka). 
 
Gunung Everest pertama kali diukur pada tahun 1856 mempunyai ketinggian 8.839 m, tetapi dinyatakan sebagai 8.840 m (29.002 kaki). Tambahan 0,6 m (2 kaki) menunjukkan bahwa pada masa itu ketinggian yang tepat sebesar 29.000 kaki akan dianggap sebagai perkiraan yang dibulatkan. Perkiraan umum yang digunakan pada saat ini adalah 8.850 m yang diperoleh melalui bacaan Sistem Posisi Global (GPS). Gunung Himalaya masih terus bertambah tinggi akibat pergerakan lempeng tektonik kawasan tersebut. 
 
Gunung Everest adalah gunung yang puncaknya mencapai jarak paling jauh dari paras laut. Dua gunung lain yang kadangkala juga disebut sebagai "gunung tertinggi di dunia" adalah Mauna Loa di Hawaii, yang tertinggi jika diukur dari dasarnya pada dasar tengah laut, tetapi hanya mencapai ketinggian 4.170 m atas paras laut dan Gunung Chimborazo di Ekuador, yang puncaknya 2.150 m lebih tinggi dari pusat bumi dibandingkan Gunung Everest , karena Bumi mengembung di kawasan katulistiwa. Bagaimanapun juga, Chimborazo hanya mencapai ketinggian 6.272 m di atas paras laut, sehingga bahkan bukan merupakan puncak tertinggi di Andes.Dasar terdalam di lautan lebih dalam dibandingkan ketinggian Everest: Challenger Deep, terletak di Palung Mariana, begitu dalam hingga seandainya gunung Himalaya diletakkan di dalamnya, masih terdapat hampir 1,6 km air menutupinya.